Kompeten Akademi Muda Indonesia Resmi Jadi Member United Nations ESCAP 2026
Rizki Handika Putra ·
Lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi Indonesia, Kompeten Akademi Muda Indonesia, mencatatkan capaian dalam pengembangan kapasitas internasional setelah menyelesaikan pembelajaran Awareness and Capacity Building for SDG 7 Localisation yang tersedia melalui platform United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UN ESCAP).
Penyelesaian program tersebut ditandai dengan diterbitkannya Certificate of Completion Nomor 4340599. Sertifikat ini menjadi bukti penyelesaian pembelajaran terkait penguatan kapasitas dan lokalisasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketujuh mengenai energi bersih dan terjangkau.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya Kompeten Akademi Muda Indonesia memperluas wawasan dan kapasitas kelembagaan dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, terutama melalui pendidikan, pelatihan vokasi, dan penguatan peran generasi muda.
Memahami Agenda Energi Bersih melalui Program UN ESCAP
Program SDG 7 Localisation yang dikembangkan UN ESCAP membahas berbagai aspek implementasi tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal.
SDG 7 sendiri berfokus pada penyediaan akses energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan, dan modern bagi seluruh masyarakat.
Dalam kurikulum pembelajarannya, terdapat delapan modul yang membahas sejumlah aspek strategis, mulai dari Agenda 2030, penguatan kelembagaan, pemantauan data SDGs, keterlibatan pemangku kepentingan, pembiayaan, peningkatan kapasitas, strategi implementasi, hingga keterkaitan SDG 7 dengan tujuan pembangunan berkelanjutan lainnya.
Salah satu materi yang menjadi perhatian adalah Awareness and Capacity Building for SDG 7 Localisation. Materi ini membahas penguatan pemahaman masyarakat, pengembangan program edukasi, pelatihan vokasi, kampanye publik, serta pemanfaatan berbagai saluran komunikasi untuk meningkatkan kesadaran terhadap energi berkelanjutan.
Pembelajaran tersebut memberikan perspektif bahwa pencapaian energi bersih tidak hanya bergantung pada pengembangan teknologi dan infrastruktur. Kesiapan sumber daya manusia, kapasitas kelembagaan, serta partisipasi masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaannya.
Prof. Agusdin Soroti Peran Lembaga Lokal dalam Pembangunan Berkelanjutan
Dalam kegiatan yang berkaitan dengan capaian tersebut, Prof. Dr. Drs. H. Agusdin, S.E., M.M., Ph.D., turut menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya keterlibatan lembaga lokal dalam mendukung agenda pembangunan global.
Menurutnya, lembaga pendidikan dan pelatihan memiliki posisi strategis dalam memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus membangun kolaborasi untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
“Lembaga seperti Kompeten Akademi Muda Indonesia memiliki posisi strategis sebagai penggerak perubahan di tingkat akar rumput, sekaligus mitra global dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan berdampak nyata,” ungkap Prof. Agusdin.
Pandangan tersebut menegaskan bahwa agenda pembangunan berkelanjutan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah, lembaga pendidikan, sektor swasta, organisasi masyarakat, dan generasi muda perlu membangun sinergi agar tujuan pembangunan tidak berhenti pada dokumen perencanaan.
Ivan Suaidi: Sertifikat Internasional Harus Diikuti Aksi Nyata
Sementara itu, Direktur Kompeten Akademi Muda Indonesia, Dr. (C) Ivan Suaidi, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa penyelesaian program pembelajaran internasional tersebut bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan tanggung jawab untuk mengembangkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Menurut Ivan, penguatan kapasitas lembaga pendidikan dan pelatihan Indonesia perlu diarahkan agar mampu menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
“Pengakuan dari United Nations ESCAP ini menjadi bukti bahwa lembaga pelatihan Indonesia mampu berdiri sejajar di panggung internasional. Kami berkomitmen menjadikan SDG 7 bukan hanya wacana global, tetapi aksi nyata yang dirasakan oleh masyarakat, khususnya generasi muda,” tegasnya.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh melalui program tersebut dapat menjadi landasan dalam mengembangkan kegiatan pendidikan dan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Bagi lembaga pelatihan vokasi, pemahaman terhadap pembangunan berkelanjutan juga membuka peluang untuk mengembangkan kompetensi generasi muda sesuai kebutuhan transformasi ekonomi dan lingkungan.
Membuka Ruang Kolaborasi Pendidikan Vokasi dan SDGs
Keterlibatan lembaga pendidikan dan pelatihan dalam agenda SDGs memiliki relevansi dengan tantangan pembangunan Indonesia.
Transformasi menuju penggunaan energi yang lebih bersih membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.
Di sinilah pendidikan vokasi memiliki peran penting. Program pelatihan tidak hanya perlu menghasilkan tenaga kerja yang kompeten secara teknis, tetapi juga membangun pemahaman mengenai efisiensi energi, keberlanjutan lingkungan, dan tanggung jawab sosial.
Kompeten Akademi Muda Indonesia diharapkan dapat mengembangkan pembelajaran tersebut melalui program peningkatan kapasitas, penguatan kompetensi generasi muda, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Penyelesaian pembelajaran SDG 7 Localisation dari UN ESCAP menjadi salah satu langkah dalam memperluas wawasan kelembagaan mengenai agenda energi berkelanjutan.
Ke depan, tantangan yang perlu dijawab adalah bagaimana pengetahuan tersebut diterjemahkan menjadi program pendidikan, pelatihan, dan kegiatan pemberdayaan yang memiliki manfaat terukur bagi masyarakat.
Sebab, keberhasilan pembangunan berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh seberapa luas sebuah lembaga membangun jejaring internasional, tetapi juga oleh kemampuannya menghadirkan pengetahuan dan kolaborasi menjadi perubahan nyata di tingkat lokal.